SDM IT di SD/MI Majenang dan Wanareja


Perkembangan teknologi sudah menginfeksi segala lini kehidupan. Khususnya bidang IT. Baru-baru ini Pemerintah menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke sekolah-sekolah. Yang mana di dalamnya sudah dianggarkan dana untuk pengadaan Komputer, hal ini dimaksudkan untuk mendukung dan memudahkan sistem manajemen di sekolah-sekolah tersebut.



Dengan adanya penyaluran DAK memang sangat membantu sekolah-sekolah penerima dana tersebut. Banyak fasilitas sarana dan prasarana yang tadinya tidak layak atau bahkan belum ada, dengan adanya DAK semua jadi terpenuhi. Menyoroti tentang pengadaan komputer untuk Sekolah Dasar, ternyata di lapangan masih ada kendala-kendala, meskipun hal tersebut tidak menjadi halangan yang berarti. Diantara kendala-kendala tersebut adalah ada beberapa sekolah terpencil yang belum teraliri listrik, jadi bagaimana komputer mau bisa digunakan kalau listrik aja belum ada. Namun memang perjuangan para kepala sekolah penerima DAK patut mendapatkan acungan jempol, meski listrik belum menjangkau sekolahan. Beliau-beliau ini tetap mengusahakan listrik agar sampai ke sekolah, meskipun harus nitip Dastang di kampung tetangga.



Selain itu, Sumber Daya Manusia juga menjadi kendala tersendiri. Ada dari sebagian sekolah-sekolah penerima DAK belum mempunyai tenaga ahli bidang IT. Kalaupun ada, mereka hanya sebatas bisa-bisa thok. Kalau terjadi trouble dengan komputer, mereka akan kebingungan setengah mati. Namun hal ini juga sudah berusaha di pecahkan, Departemen Pendidikan Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan DYNASTY (Computer & Business College) menyelenggarakan pelatihan bidang IT khusus untuk Guru atau Tenaga Administrasi Sekolah Dasar penerima DAK yang ada di kawasan kabupaten Cilacap. Pelatihan mencakup Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point, Pengenalan Internet dan Trouble Shooting. Hal ini merupakan langkah tepat, karena sangat bermanfaat dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia di Sekolah-Sekolah Dasar



Sekarang dengan adanya DAK sekolah tidak bingung lagi kalau mau menyelesaikan administrasi sekolah. Kalau dulu ingin buat selembar surat saja harus pergi ke jasa pengetikan, sekarang semua bisa dilakukan sendiri. Karena selain fasilitas ada tenaga ahli juga sudah memadai berkat pelatihan yang telah diselenggarakan. Namun ada hal yang saya inginkan secara pribadi, semoga ke depannya tenaga-tenaga administrasi di Sekolah Dasar benar-benar diselenggarakan secara profesional. Sebab sementara ini banyak guru nyambi jadi tenaga administrasi. Kan kashihan ngurusi administrasi kelas aja mumet ditambah-tambah ngurusi administrasi sekolah. Kalaupun ada sekolah yang sudah memiliki tenaga administrasi secara khusus, namun dalam sistem ketenaga kerjaan di departemen pendidikan belum diakui. Yang ada hanya Guru dan Penjaga, jadi TU itu belum diakui di Sekolah Dasar. Harapan saya secara pribadi ke depannya orang-orang yang bekerja seperti ini juga mendapatkan perhatian. SEMOGA.