Persiapan Menyambut Bulan Romadhon


Segala puji bagi Alloh yang telah meluhurkan derajat bulan Romadhon melebihi bulan-bulan-bulan lainnya. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada pembawa cahaya terang, yakni Islam. Tiada lain dan tiada bukan beliau kekasih kita semua Sayyidina Muhammad SAW.

Awal nulis kok serius banget ya…..
Oke deh, kita ngobrol ringan aja ya. Dah hampir setahun nih waktu berlalu, tepatnya 11 bulan kai ya. Di penghujung bulan Sya,ban dan awal bulan Agustus ini saya mau ngobrol ringan bereng temen-temen.

Menurut perasaan saya, baru kemarin ya, kita merayakan Idul Fitri. Apa cuman perasaan saya aja ya. Yang sehari-hari selalu menyibukan diri dengan urusan dunia, terlena dengan nikmat dunia sehingga lupa menghitung waktu. Aduh tobat deh… mudah-mudahan gak sampe lupa menghitung dosa.

Eh, kita kedatangan tamu agung nih. Saya tanya, kira-kira kalau akan ada tamu seorang pembesar, atau paling tidak seseorang yang paling disegani bertamu ke rumah temen-temen, apa yang akan temen-temen lakukan? Tentunya mempersiapkan segala sesuatunya kan? Mulai dari hidangan sampai tempat tidur, bahkan disiapkan jauh-jauh hari.

Nih ada nih, tamu agung yang membawa oleh-oleh banyak banget buat kita. Mulai dari rahmah, barokah, sampai maghfiroh. Nah bulan Romadhon nih nongol lagi, bulan yang diliputi kasih sayang Alloh, barokah dari Alloh dan Ampunan dari Alloh. Apa yang kita siapkan untuk menyambutnya. Pertama kali mungkin yang harus kita siapkan adalah hati kita. Hati kita harus merasa senang dulu deh kedatangan tamu agung ini. “Barang siapa senang dengan datanganya bulan romadhon maka Alloh mengharamkan jasadnya dari api neraka” (Al-hadits).

Kedua mempersiapka fisik kita. Tahu kan kewajiban kita di bulan Romadhon? Tentunya berpuasa selama sebulan penuh. Nah untuk menjalankan ibadah puasa tersebut perlu ditopang dengan fisik yang sehat. Agar aktifitas jalan terus, meskipun kita sedang berpuasa. Gak baik kan, mentang-mentang puasa terus libur beraktifitas. Kalau sehat, puasa jalan, aktifitas mencari nafkah juga bisa lancar.

Ketiga apa nih? Iman kita nih harus disiapkan secara benar. Agar kita mendapat predikat puasa sesungguhnya, seperti yang dikatakan dalam hadits “Barang siapa berpuasa dengan penuh keimanan, maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang” pengen gak tuh? Makanya ayo kita luruskan iman kita.

Kayanya udahan dulu deh, lain kali kita sambung lagi ya. Insya Alloh selama bulan Romadhon ini Fadhil mau posting tulisan-tulisan yang bisa menyejukan qolbu kita.

Hadanalloh wa iyakum ajma’in. Amin.