Sambut Hari Nan Fitri Dengan Hati Suci


Ramadhan 1431 H tinggal beberapa hari lagi. Sekarang sudah H-7 nih, artinya tinggal sepekan lagi nih kita menjalankan puasa Ramadhan. Kesibukan kaum muslim mulai tampak padat. Di lingkungan FADHIL tinggal contohnya, orang pada sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk lebaran nanti. Mulai dari makanan sampai dengan pakaian semuanya dipersiapkan untuk lebaran.

Tapi FADHIL lihat ada substansi yang terlupakan oleh saudara-saudara FADHIL. Yaitu inti dari lebaran itu sendiri. Lebaran ada yang mengatakan asal dari kata lubaran atau bubaran. Bubaran itu sesuatu yang tadi ngumpul kemudian pergi berpencar dan hilang dari tempat tersebut atau gampangnya bubar lah. Bubaran yang dimaksud di sini tentunya bukan bubar atau selesai puasanya, meskipun bisa juga diartikan demikian, namun lebih dalam lagi bubaran adalah membubarkan segala dosa yang ada pada diri kita. Sebagaiman janji Alloh “barang siapa menjalankan puasa dengan keimanan dan dengan penuh harap (ridho) Alloh maka diampuni dosanya yang telah lalu”.

Kemudian golongan santri menamakan idul fitri, yang maknanya kembali suci. Suci dari segala dosa yang selama 11 bulan ke belakang kita perbuat, kita lebur dengan puasa satu bulan penuh. Makna ini yang sering diabaikan oleh saudara-saudara FADHIL termasuk FADHIL sendiri. Fadhil dan saudara-saudara selalu mengedapankan kemegahan dan kemewahan hari raya idul fitri. Fadhil ingi saat lebaran memakai baju baru, sandal baru, sarung baru, kopiah baru semuanya baru. Tapi lupa memperbaharui keadaan hati. Terkadang untuk medapatkan sesuatu yang baru tersebut kita lakukan dengan berbagai cara, mulai dari kerja keras banting tulang hingga ada yang meninggalkan puasanya karena begitu beratnya beban pekerjaan. Ada juga yang marah-marah karena sampai H-7 ini belum memiliki yang serba baru. Ah…bukankah itu semua sudah mengotori puasa kita. Ingat itu semua adalah tuntutan nafsu. Kalau hal ini terjadi, berarti puasa kita belum bisa menaklukan nafsu kita sendiri. Lalu dimana makna jihad binafsi-nya.

Itu adalah gambaran sederhana tentang suasana FADHIL dan saudara-saudara yang mengejar kemegahan idul fitri dengan meninggalkan kesucian hati. Sebagai catatan, FADHIL gak melarang kita memakai baju baru saat lebaran. Silakan itu lakukan tapi jangan terlalu memaksakan. Kalau ada baju lama yang masih suci dan layak untuk dipakai, kenapa harus memaksakan diri membeli yang baru. Kalau bagi orang berlebih itu gak masalah, tapi bagi orang pas-pasan kaya FADHIL, wah berat. Inti dari tulisan ini adalah FADHIL tidak ingin melupakan substansi idul fitri itu sendiri. Yaitu kembali pada kesucian. Kesucian itu hanya dapat diraih dengan puasa dengan keimanan dan kesungguh-sungguhan serta mengendalikan nafsu degan sebenar-benarnya, kemudian dilanjutkan dengan meminta maaf pada sesama manusia, maka kita akan kembali pada kesucian, dan mudah-mudahan Alloh memasukan kita pada golongan orang-orang yang bertakwa. Bukahkan itu tujuan puasa kita, yaitu menjadi orang yang bertaqwa.

Akhir kata, FADHIL mau ngucapin met lebaran nih. Gak apa-apa kan masih jauh juga. Takutnya nanti gak sempet posting lagi. Jadi mulai saat ini FADHIL nugacapin met hari raya buat semua netter, temen-temen, dan semua guru-guru. Fadhil ini dhoif, fakir dari ilmu, kaya dari segala macam kesalahan dan kekurangan, banyak kata banyak menyakitkan, sering diam tambah menyebalkan, makanya FADHIL mohon maaf dengan setulus hati kepada semuanya.
Taqobalallohu minna wa minkum, taqobal ya karim.