Rasa Takut adalah Cambuk Kehidupan


Ada seorang lelaki tua, berjalan dengan perlahan seolah menghitung langkah demi langkah. Perlahan sekali dia meninggalkan langkah demi langkah, seolah tak ada sesuatu yang ingin cepat ia tuju. Bahkan ia semakin terlarut menikmati kehidupan sekitar yang sunyi penuh kedamaian.

Namun keadaan mendadak menjadi berubah 180 derajat ketika lelaki tua itu melintas di depan rumah dan terdengar gonggongan anjing. Dia berhenti sejenak dan menoleh ke arah suara anjing, dan ssssssssssssssst dia lari tunggang langgang.

Lelaku tua yang tadinya kelihatan lemah tidak bisa berjalan dengan agak cepat, sekarang berubah 180 derajat menjadi pelari yang sangat cepat. Sambil berlari dia sesekali menoleh ke belakang, dan ketika melihat anjing masih terus mengejarnya diapun semakin menambah kecepatan larinya. Sambil berlari dia membayangkan wajah anjing yang galak, taringnya yang panjang, lidahnya menjulur-julur siap menerkan dirinya. Dia membayangkan seandainya betisnya, pahanya atau anggota tubuh lainnya digigit anjing itu pasti dia akan mersa sangat kesakitan bahkan mungkin tidak bisa lagi berjalan-jalan di sekitar kampung tersebut.

Lumayan jauh si lelaku tua itu berlari dan anjing masih terus mengejarnya, dan dari kejauhan dia melihat bentangan sungai yang tidak memiliki jembatan. Berlari smbil berfikir, balik kebelakang tidak mungkin karena anjing galak ada dibelakangnya, mencari jalan lainpun tak ada. Akhirnya dengan sepenuh kekuatan yang dimilikinya dia beralari dan hiaaaaaaat……… jleg. Si lelaki tua itu melompat dari sisi sungai ke sisi yang lain. Hah…… dia terduduk di pinggir sungai sambil melihat ke arah seberang, dimana dia tadi ada berada di situ. Dia juga melihat anjing yang mengejarnya kebingungan mencari jalan untuk mengejarnya, namun dia yakin anjing itu gak akan bisa melompati sungai yang lumaya lebar tersebut. Sambil menghela nafas, dia berfikir kok bisa saya berlari kencang dan melompati sugai selebar ini.

Sahabatku….itulah kisang seseorang yang sudha bisa menjadikan rasa takutnya sebagai cambuk kehidupan. Ia takut digigit anjing dan terkena penyakit akibat gigitan anjing tersebut. Sehingga dia berlari melebihi kekuatan biasanya dan mampu melompati sungai yang lumayan lebar yang tidak mungkin bisa dilompati dalam keadaan biasa-biasa aja.

Rasa takut itu adalah manusiawi, setiap manusia pasti memiliki rasa takut. Justru orang yang tidak memiliki rasa takut adalah orang yang tidak memiliki rasa hidup. Kita lihat orang yang terjun dari gedung lantai 23, dia melompat ke bawah dengan tanpa rasa takut akan kematian, tapi justru orang demikian adalah orang yang tidak memiliki rasa kehidupan atau sudah berputus asa.

Seandainya kita bisa mengelola rasa takut kita, maka tidak mustahil rasa takut itu aka berubah menjadi sumber kekuatan yang maha dahsyat. Karena kita takut anak istri tidak makan, maka kita berjuang semaksimal mungkin agar anak istri bisa makan. Karena kita takut akan kemiskinan, maka kita terus berjuang meraih kekayaan, karena kita takut gagal maka kita berusaha untuk sukses.

Sahabatku….berbahagialah bagi kita yang masih memiliki rasa takut. Itu artinya kita masih memili cambuk kehidupan yang bisa menjadi sumber kekuatan dalam hidup. Jadikan ketakutan yang kita miliki sebagai cambuk kehidupan dan sumber kekuatan untuk bangkit.